Nurul Aini – Puisi Arifin C. Noer
Nurul Aini
Karya: Arifin C. Noer
Pada bibirmu kurasakan angin damai
nyaman bertiup ke sudut-sudut jiwaku
Nafas yang kau hempuskan lewat kasih sayang
memanasi malam yang dingin dan beku
Serta menegakkan kembali kaki-kakiku
yang bengkak dan pecah-pecah
Selalu dan selalu begitu
Lalu kau teriakkan rindumu
yang ramah dan setia
Tangan menggenggam tangkai kembang
kau susupkan ke dalam lelahku
Sementara itu langit dalam kepolosan
bersimbah mega khayalan
Dia telah menanam
anggrek-anggrek di pekarangan rumahku
dengan siraman-siraman nasib baik yang sederhana
Pintu-pintu dan jendela-jendela
sekarang punya wajah yang cerah
dan kamarku yang sepi telah berisi
dengan udara yang nyaman
dongeng-dongengnya
Wahai, dia telah menyambutku
ketika aku pulang dari kemurunganku
(Sawang-sawang-keluh telah disapu semua
Di serambi balon-balon beraneka warna
Hawa bermuatan kasih dan rindu yang bergairah)
Tangan siapakah yang laknat
yang akan berani mengganggu mimpi kita?
Tidurlah kau. Nasib baik berbondong-bondong
menyongsong dari matamu yang bening
Tangan siapakah yang jahat
yang akan mengganggu pertemuan kita?
Tidurlah kau. Anggrek-anggrek betapa indah
pada rambutmu yang lembut
Tangan siapakah yang durhaka
yang berani merenggangkan pelukan kita?
Tidurlah kau. Malam yang hangat
tersenyum kepada kita
Tak ada lagi, Aini, tak ada lagi
nyamuk dalam kamar kita
Tak ada lagi
Tangan mimpi buruk menjambak rambut kita
Bualan dalam kelambu
Mentari dalam kelambu
Bertemu dalam ciuman
Tak ada lagi, Aini, tak ada lagi
nyamuk di hati kita
Gelora, 7 Desember 1962
